'Mereka tak tau apa yang aku rasakan, yang mereka tau hanyalah apa yang mereka lihat. Terkadang aku merasa ingin sekali pergi dari dunia yang fana ini. Pergi lalu membangun sendiri dunia yang ku impikan selama ini.
Dunia yang penuh dengan kedamaian, penuh dengan rasa saling menghargai dan saling mengerti dan memahami. Dunia yang penuh dengan rasa aman, tenteram dan damai. Dunia dengan 1001 kejujuran dan kebahagiaan. Dunia yang jauh dari hiruk piuk dunia yang fana.
Tapi apakah itu mungkin? Bagaimana caranya aku mewujudkan itu semua? Tolong siapapun kamu, tolong bantu aku, bantu aku untuk bisa mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan pertanyaan yang hadir dalam hidupku.
Hidup dengan rasa aman, tenteram, damai dan penuh dengan kejujuran, kebahagiaan serta canda dan tawa, seolah-olah hanyalah sebuah angan belaka dan impian yang sulit untuk menjadi nyata dalam kehidupanku.
Ketika aku tertawa mereka menganggap aku gembira. Ketika aku tersenyum mereka menganggap aku bahagia. Ketika aku menangis mereka menganggap seolah-olah aku ini terserang oleh gelombang emosi kebahagiaan yang mahadahsyat, sehingga mereka seolah-olah ikut serta terseret kedalam gelombang kebahagiaan yang mereka kira itu.
Tapi sekali lagi, itu hanyalah ANGGAPAN MEREKA bukan diriku. Taukah mereka jikalau dibalik tawaku dan senyumku aku menyimpan sejuta emosi dan sejuta rasa sakit yang sulit untuk bisa ku ungkapkan.
Dibalik sebuah tawa yang tercipta, aku menyimpan sejuta rasa sakit yang mendera. Dibalik senyumku, ku simpan rasa duka dan sejuta luka dan lara. Dibalik tangisku aku memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar semua beban dan semua luka serta rasa sakit ini ikut mengalir dan hilang seiring dengan derasnya kucuran air mata yang terus keluar.
Aku tertawa, tertawa karena menertawakan hidupku yang penuh akan derita. Aku tersenyum, tersenyum miris karena mengingat goresan-goresan luka yang tertoreh di hidupku. Aku menangis, menangisi hidupku yang penuh dengan sandiwara serta punuh dengan sejuta luka, duka dan lara. Aku menangis, menangis karena aku sudah tak tahan lagi tuk bisa tetap tinggal di dunia yang penuh dengan sandiwara.
Dunia yang penuh dengan kepura-puraan, penuh dengan kemunafikan dan penuh dengan keegoisan. Dunia fana yang dipenuhi oleh monster-monster berhati iblis yang muncul dalam wujud dan rupa sebagai manusia.
Mereka mengaku sebagai manusia tapi kenyataannya apa? Mereka tak lebih dari sekawanan iblis yang berperilaku bak hewan dan berhati layaknya setan dan lebih parahnya lagi mereka dikenal dengan sebutan manusia. Hehhh, manusia? Manusia seperti apa mereka itu? Manusia jenis baru kah? Atau apa? Beri tahu aku hey siapapun kamu yang tau. Jikalau mereka itu memang manusia, manusia apa mereka itu he?
Terkadang______________'
Tbc.... 😊😅
Ditunggu kelanjutannya y.... 😊😁😀
Jangan lupa VOTE and COMMENT nya....
Dan di tunggu loh kritik dan sarannya....
Dunia yang penuh dengan kedamaian, penuh dengan rasa saling menghargai dan saling mengerti dan memahami. Dunia yang penuh dengan rasa aman, tenteram dan damai. Dunia dengan 1001 kejujuran dan kebahagiaan. Dunia yang jauh dari hiruk piuk dunia yang fana.
Tapi apakah itu mungkin? Bagaimana caranya aku mewujudkan itu semua? Tolong siapapun kamu, tolong bantu aku, bantu aku untuk bisa mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan pertanyaan yang hadir dalam hidupku.
Hidup dengan rasa aman, tenteram, damai dan penuh dengan kejujuran, kebahagiaan serta canda dan tawa, seolah-olah hanyalah sebuah angan belaka dan impian yang sulit untuk menjadi nyata dalam kehidupanku.
Ketika aku tertawa mereka menganggap aku gembira. Ketika aku tersenyum mereka menganggap aku bahagia. Ketika aku menangis mereka menganggap seolah-olah aku ini terserang oleh gelombang emosi kebahagiaan yang mahadahsyat, sehingga mereka seolah-olah ikut serta terseret kedalam gelombang kebahagiaan yang mereka kira itu.
Tapi sekali lagi, itu hanyalah ANGGAPAN MEREKA bukan diriku. Taukah mereka jikalau dibalik tawaku dan senyumku aku menyimpan sejuta emosi dan sejuta rasa sakit yang sulit untuk bisa ku ungkapkan.
Dibalik sebuah tawa yang tercipta, aku menyimpan sejuta rasa sakit yang mendera. Dibalik senyumku, ku simpan rasa duka dan sejuta luka dan lara. Dibalik tangisku aku memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar semua beban dan semua luka serta rasa sakit ini ikut mengalir dan hilang seiring dengan derasnya kucuran air mata yang terus keluar.
Aku tertawa, tertawa karena menertawakan hidupku yang penuh akan derita. Aku tersenyum, tersenyum miris karena mengingat goresan-goresan luka yang tertoreh di hidupku. Aku menangis, menangisi hidupku yang penuh dengan sandiwara serta punuh dengan sejuta luka, duka dan lara. Aku menangis, menangis karena aku sudah tak tahan lagi tuk bisa tetap tinggal di dunia yang penuh dengan sandiwara.
Dunia yang penuh dengan kepura-puraan, penuh dengan kemunafikan dan penuh dengan keegoisan. Dunia fana yang dipenuhi oleh monster-monster berhati iblis yang muncul dalam wujud dan rupa sebagai manusia.
Mereka mengaku sebagai manusia tapi kenyataannya apa? Mereka tak lebih dari sekawanan iblis yang berperilaku bak hewan dan berhati layaknya setan dan lebih parahnya lagi mereka dikenal dengan sebutan manusia. Hehhh, manusia? Manusia seperti apa mereka itu? Manusia jenis baru kah? Atau apa? Beri tahu aku hey siapapun kamu yang tau. Jikalau mereka itu memang manusia, manusia apa mereka itu he?
Terkadang______________'
Tbc.... 😊😅
Ditunggu kelanjutannya y.... 😊😁😀
Jangan lupa VOTE and COMMENT nya....
Dan di tunggu loh kritik dan sarannya....
Komentar
Posting Komentar