Terkadang aku menangis di tengah gelapnya malam. Tangisan pilu yang tak bisa teredam oleh sunyinya malam. Tangisan yang menjadi saksi bisu betapa menyedihkan dan betapa menyakitkannya hidupku. Gelapnya malam dan cahaya lampu yang temaram diiringi oleh cahaya rembulan bersama dengan bintang seolah-olah juga ikut serta menyaksikan kerapuhan diriku kala itu. Negeri entah berantah yang kini akan aku tuju. Aku tak tau. Yang aku inginkan adalah ketenangan, kedamaian dan kenyamanan serta kebahagiaan. Aku ingin mencari kebahagiaan, aku ingin mencari ketenangan, aku ingin mencari kedamaian. Tapi, benarkah itu semua? Aku bimbang sungguh bimbang. Dan aku bingung amat sangat bingung. Aku harus mencarinya atau menciptakannya atau malah berdiam diri saja atau justru menunggunya? Oh Tuhan dan siapapun kamu yang tau, tolong aku. Bantu aku tuk bisa memecahkan ini semua. K...
' Mereka tak tau apa yang aku rasakan, yang mereka tau hanyalah apa yang mereka lihat. Terkadang aku merasa ingin sekali pergi dari dunia yang fana ini. Pergi lalu membangun sendiri dunia yang ku impikan selama ini. Dunia yang penuh dengan kedamaian, penuh dengan rasa saling menghargai dan saling mengerti dan memahami. Dunia yang penuh dengan rasa aman, tenteram dan damai. Dunia dengan 1001 kejujuran dan kebahagiaan. Dunia yang jauh dari hiruk piuk dunia yang fana. Tapi apakah itu mungkin? Bagaimana caranya aku mewujudkan itu semua? Tolong siapapun kamu, tolong bantu aku, bantu aku untuk bisa mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan pertanyaan yang hadir dalam hidupku. Hidup dengan rasa aman, tenteram, damai dan penuh dengan kejujuran, kebahagiaan serta canda dan tawa, seolah-olah hanyalah sebuah angan belaka dan impian yang sulit untuk menjadi n...