Terkadang aku menangis di tengah gelapnya malam. Tangisan pilu yang tak bisa teredam oleh sunyinya malam. Tangisan yang menjadi saksi bisu betapa menyedihkan dan betapa menyakitkannya hidupku. Gelapnya malam dan cahaya lampu yang temaram diiringi oleh cahaya rembulan bersama dengan bintang seolah-olah juga ikut serta menyaksikan kerapuhan diriku kala itu.
Negeri entah berantah yang kini akan aku tuju. Aku tak tau. Yang aku inginkan adalah ketenangan, kedamaian dan kenyamanan serta kebahagiaan. Aku ingin mencari kebahagiaan, aku ingin mencari ketenangan, aku ingin mencari kedamaian. Tapi, benarkah itu semua? Aku bimbang sungguh bimbang. Dan aku bingung amat sangat bingung. Aku harus mencarinya atau menciptakannya atau malah berdiam diri saja atau justru menunggunya?
Oh Tuhan dan siapapun kamu yang tau, tolong aku. Bantu aku tuk bisa memecahkan ini semua.
Ketika aku tersesat di suatu tempat. Aku bertemu dengan dia. Dia yang tak aku ketahui siapa. Dia bak bayangan semu. Tinggal di tengah hutan belantara dengan jubah yang menghiasi tubuh ringkihnya. Sosoknya tinggi, kurus dan dengan kaki yang sedikit pincang. Entahlah, aku tak tau pasti bagaimana sosoknya, jubah hitam panjang yang dikenankannya seakan-akan menelannya bersama dengan banyaknya pohon dan gelapnya suasana malam di tengah hutan belantara.
Tanpa diketahui oleh sosok itu, aku mencoba tuk mengikutinya dari belakang. Aku berjalan pelan dibelakangnya dan sesekali bersembunyi dibalik pohon berharap agar dia tak tau bahwa ada seseorang yang sedang mengikutinya.
Aku terus berjalan mengikutinya berharap aku bisa menemukan jalan keluar dari hutan belantara ini. Kadang aku dilanda perasaan was-was dan takut ketika dia tiba-tiba berhenti. Namun rasa lega kembali menghampiriku tatkala ia kembali meneruskan perjalanannya.
Tiba-tiba rasa penasaran akan sosoknya hadir dalam benak ku. Sosok yang kini tengah ku ikuti, yang berjalan dengan kaki sedikit diseret dan pincang sebelah itu. Siapakah dia? Dan bagaimana dia bisa berada di tengah hutan belantara seperti ini. Dan anehnya dia seperti telah terbiasa dengan keadaan dan suasana di hutan ini.
Ketika aku sedang sibuk bergelut dengan pikiran ku sendiri dan sejuta pertanyaan yang terus berkecamuk dalam benak ku, tanpa sadar aku kehilangan jejaknya. Namun tiba-tiba____________________________
Tbc.....
Jangan lupa vote and comment, like dan teman-temannya y... 😁😀😊😉😅
Terimakasih,... 😊
Disini juga menerima kritik dan saran lho... 😊
Oke, saya tunggu comment, vote, like, kritik, saran dan sahabat-sahabatnya y... 😉😊
Terimakasih.....
Salam mungil... 😀😁😊😂
Sampai jumpa d lain waktu lagi...
Negeri entah berantah yang kini akan aku tuju. Aku tak tau. Yang aku inginkan adalah ketenangan, kedamaian dan kenyamanan serta kebahagiaan. Aku ingin mencari kebahagiaan, aku ingin mencari ketenangan, aku ingin mencari kedamaian. Tapi, benarkah itu semua? Aku bimbang sungguh bimbang. Dan aku bingung amat sangat bingung. Aku harus mencarinya atau menciptakannya atau malah berdiam diri saja atau justru menunggunya?
Oh Tuhan dan siapapun kamu yang tau, tolong aku. Bantu aku tuk bisa memecahkan ini semua.
Ketika aku tersesat di suatu tempat. Aku bertemu dengan dia. Dia yang tak aku ketahui siapa. Dia bak bayangan semu. Tinggal di tengah hutan belantara dengan jubah yang menghiasi tubuh ringkihnya. Sosoknya tinggi, kurus dan dengan kaki yang sedikit pincang. Entahlah, aku tak tau pasti bagaimana sosoknya, jubah hitam panjang yang dikenankannya seakan-akan menelannya bersama dengan banyaknya pohon dan gelapnya suasana malam di tengah hutan belantara.
Tanpa diketahui oleh sosok itu, aku mencoba tuk mengikutinya dari belakang. Aku berjalan pelan dibelakangnya dan sesekali bersembunyi dibalik pohon berharap agar dia tak tau bahwa ada seseorang yang sedang mengikutinya.
Aku terus berjalan mengikutinya berharap aku bisa menemukan jalan keluar dari hutan belantara ini. Kadang aku dilanda perasaan was-was dan takut ketika dia tiba-tiba berhenti. Namun rasa lega kembali menghampiriku tatkala ia kembali meneruskan perjalanannya.
Tiba-tiba rasa penasaran akan sosoknya hadir dalam benak ku. Sosok yang kini tengah ku ikuti, yang berjalan dengan kaki sedikit diseret dan pincang sebelah itu. Siapakah dia? Dan bagaimana dia bisa berada di tengah hutan belantara seperti ini. Dan anehnya dia seperti telah terbiasa dengan keadaan dan suasana di hutan ini.
Ketika aku sedang sibuk bergelut dengan pikiran ku sendiri dan sejuta pertanyaan yang terus berkecamuk dalam benak ku, tanpa sadar aku kehilangan jejaknya. Namun tiba-tiba____________________________
Tbc.....
Jangan lupa vote and comment, like dan teman-temannya y... 😁😀😊😉😅
Terimakasih,... 😊
Disini juga menerima kritik dan saran lho... 😊
Oke, saya tunggu comment, vote, like, kritik, saran dan sahabat-sahabatnya y... 😉😊
Terimakasih.....
Salam mungil... 😀😁😊😂
Sampai jumpa d lain waktu lagi...
Komentar
Posting Komentar